Selasa, 06 Oktober 2015

Kebakaran hutan melanda Gunung Parang

“ Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak. Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti. Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak ”

Kebakaran hutan di Gunung Parang, Sabtu sore, 3 Oktober 2015

Sabtu 3 Oktober 2015 - 15.00pm, Sebuah pelajaran yang sangat berharga dan tidak bernilai dari Gunung Parang untuk kita semua, bahwa nilai-nilai luhur dan kearifan yang diwariskan para karuhun telah diabaikan dan dilupakan.

Kebakaran hutan yang berlangsung selama 2 hari
Hanya dari sebuah percikan bara api kecil yang berasal dari kelalaian dan kebodohan manusia yang tidak perduli dan kondisi alam saat itu berpotensi mengundang bencana, terjadilah kebakaran hebat yang membumi hanguskan kawasan hutan yang berada disebagian kaki dan puncak Gunung Parang.

Tidak ada yang perlu dipersalahkan disini ataupun mencari kambing kambing hitam dalam peristiwa kebakaran ini, karena hanya kesia-siaan saja, dan tidak sebanding dengan kerugian yang terjadi di Gunung Parang saat ini.

Yang perlu perhatikan bagi semua orang / pendaki / pemanjat / wisatawan, ambil hikmahnya atas semua ini, dan patuhi dan hormati segala aturan-aturan dan nilai-nilai yang ada di Gunung Parang.

Bagaimanapun juga, yang hidup disini bukan hanya manusia, tetapi juga para binatang dan para karuhun.

Kami atas nama Badega Gunung Parang mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada Bapak Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi SH beserta seluruh jajaran Pemda Purwakarta, DamKar Purwakarta,  POLRI, TNI, rekan Pers dan Media, dan semua pihak tanpa terkecuali yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah berjibaku dan meluangkan waktu akhir pekannya untuk membantu proses pemadaman api di Gunung Parang, semoga Allah Yang Maha Agung membalas dengan SurgaNya kelak.

Gunung Parang, 3 - 4 Oktober 2015 15.00pm - Di Atas Api