Jumat, 30 Januari 2015

Ayo Belajar Panjat Tebing !

Belajar Teknik Belay


Jika kamu ingin belajar panjat tebing, maka disini tempatnya!

Disini kami akan berbagi ilmu tentang panjat tebing dan beragam tips dan triknya dengan kamu dalam satu paket pembelajaran yang praktis dan tidak pakai rumit.

100% pembelajaran dilakukan langsung di tebing dinding gunung Parang.
Materi yang diajarkan mencakup keseluruhan seluk beluk dan teknik panjat tebing, penyelamatan vertikal, sampai dengan ekspedisi di tebing.

Bigwal Cimbing Course

Paket belajar panjat tebing Badega Gunung Parang dikemas dalam 4 hari 3 malam, yang memungkinkan kamu untuk mendalami dunia panjat tebing.

Dan setelahnya, kamu akan diajak untuk mengaplikasikan semua yang dipelajari dalam ekspedisi kecil panjat tebing di Gunung Parang.

Paket Belajar Panjat Tebing seharga Rp.500,000 sudah termasuk sertifikat + tshirt + course book + peralatan panjat tebing + instruktur.

Kami hanya membatasi 1 kelas berisi max. 5 orang dalam setiap 'class session'.
Sehingga kami bisa memonitor perkembangan dan pembelajaran kamu secara langsung.

Ayo tunggu apa lagi?
Hubungi HOTLINE BADEGA +62 8787 470 8230

Kamis, 29 Januari 2015

Disini Setiap Orang Bisa Memanjat Tebing

Welcome to Badega Gunung Parang's Climbing Playground



Banyak yang mengira olahraga panjat tebing adalah olahraga yang sulit dan berbahaya.
Dikatakan sulit jika kita melihatnya dari kacamata umum, tetapi tidak bagi yang mau mempelajari teknik dasar.

Everyone can climbing here


Dikatakan berbahaya jika kita tidak mematuhi prosedur keamanan yang berlaku di olahraga ini.

Di Badega Gunung Parang, semua teknik dasar sampai teknik yang paling ekstrim di dunia panjat tebing diperkenalkan agar semua orang tahu dan paham setiap resiko yang timbul nantinya.

Fun Climbing


Tidak perlu takut, karena anda akan ditemani oleh para instruktur yang berpengalaman dan mereka tahu sampai sebatas mana anda mampu memanjat.

Tidak peduli siapa anda, kami akan ajak anda memanjat tebing dengan menyenangkan.

Selamat datang di tanah para pemanjat tebing !

Kamis, 22 Januari 2015

Jalur Baru di Tower 3

Jalur Panjat terbaru di Tower 3, Gunung Parang
Jalur baru di Tower 3 Gunung Parang telah dibuat oleh Miftah bersama-sama para pemanjat kampung Cihuni. Jalur yang dibuat ini menggabungkan antara jalur "sport" dan "trad", sehingga memberikan pilihan yang menarik bagi para pemanjat nantinya.

Jalur yang diberi nama "Cihuni Sakti / Mbah Jambrong" memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi dari 5.9 - 5.11 sampai di Pitch 5, selanjutnya meningkat sampai 5.12 - 5.14,. tergantung jalur yang dipilih di atas

Yang lebih menarik lagi, di jalur ini para pemanjat bisa beristirahat atau bermalam di ketinggian 200 meter di sebuah rekahan batu yang bisa menampung 10 orang.
Ruang yang cukup besar ini dulunya adalah sarang burung elang dan beberapa burung lainnya, namun saat ditemukan ruangan ini sudah lama ditinggalkan.
Asumsi kami banyak predator dari telur-telur elang yang dengan mudah mencapai tempat ini seperti monyet atau lutung jawa, sehingga elang dan burung-burung lainnya mencari tempat yang lebih aman.

Di Pitch 5, terdapat sebuah teras besar yang menjadi sebuah gerbang awal dari jalur-jalur "gila" yang akan dibuat oleh Miftah dan kawan-kawan, dan kita menyebut teras ini sebagai 'Flying Camp'.
Di teras ini pula, kita bisa menginap cukup nyaman karena teras ini mampu menampung sekitar 10 orang pula, dan pemandangan di atas sini sangat menarik karena bisa melihat bendungan Jatiluhur dan Cirata dari ketinggian, serta sunrise yang mengagumkan jika cuaca cerah.

Dari 'Flying Camp' kita bisa memilih rute-rute panjat lainnya diatas sini.

Nah siapa yang mau mencoba ?

Sebuah cerita dari SMAN 1 Purwakarta

Photo Session Perpisahan Siswa SMAN 1 Purwakarta
Sudah beberapa kali Badega Gunung Parang kedatangan siswa-siswa pelajar yang memanfaatkan pemandangan alam dan fasilitas disini untuk melakukan sesi foto perpisahan.

Kali ini siswa-siswa dari SMAN 1 Purwakarta datang bersama rombongan dan setumpuk properti foto sesion dengan mengambil tema layaknya tentara.

Sebuah kenangan di Badega Gunung Parang

Tidak begitu sulit untuk mengatur rombongan ini, karena mereka tampaknya sudah terorganisir dengan baik dan telah mempersiapkan temanya sedemikian matang, sehingga foto sesion dari pagi sampai sore sangat lancar meski diselingi dengan hujan gerimis, tetapi tetap semangat.

Seabreg gaya untuk sebuah foto

Foto sesion perpisahan ini selalu dilakukan oleh siswa-siswa SMA selalu dilakukan setiap tahun disaat mereka telah menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA. Momen yang berharga ini dimanfaatkan sebaik- baiknya oleh para siswa untuk bergaya habis-habisan yang mungkin fotonya ditunjukkan ke anak cucunya kelak.

Dibalik sebuah foto, ternyata banyak menyimpan sejuta kenangan di Badega Gunung Parang.

Semoga sesi foto ini bukanlah perpisahan untuk kalian, tapi awal untuk menggapai sebuah cita-cita.

Say "Cheese" to camera above


Rabu, 14 Januari 2015

"Sexy" nya alam Purwakarta

Siapa bilang Purwakarta hanya pusat kerajinan keramik terbesar di Indonesia yang ada di Plered,  atau bendungan terbesar di Jatiluhur, atau kolam ikan terbesar di Wanayasa, kayaknya semua serba besar ya di Purwakarta, sampai-sampai air mancur di tengah kota yang namanya Situ Buleud dibuat besar juga, dan konon terbesar se Asia.


Mount Parang (East Face)

Purwakarta juga memiliki gunung batu terbesar se-Asia, namanya Gunung Parang. Dan malah gunung batu ini menjadi ikon provinsi Jawa barat.
Gunung Parang yang terletak di dua desa yaitu Desa Sukamulya untuk sisi Timur dan Desa Pasanggrahan untuk sisi Barat.
Disinilah arena panjat tebing kelas dunia berada, dan gunung ini menjadi teater alam untuk olahraga ekstrim lainnya.


Mount Parang (North Face)


Di kaki gunung Parang inilah terhampar beragam pemandangan yang spektakuler, dari mulai hamparan sawah-sawah terasiring sampai dengan hamparan bebatuan sebesar rumah, ditambah lagi nun jauh disana jika kita melihat dari atas terhampar bendungan Jatiluhur dan Cirata, sungguh "Sexy" sekali pemandangannya.


Padi terace at Badega Gunung Parang

Cobalah datang ke Badega Gunung Parang, sebuah tempat wisata petualangan dan tradisional yang terletak di kampung Cihuni, pada  bulan Januari sampai Agustus, kita akan menemukan pemandangan sawah terasiring sejauh mata memandang terhampar hijau menyegarkan.


Padi Terace at Badega Gunung Parang

Nah tunggu apalagi ?

Ayo berlibur ke Purwakarta dan temukan pemandangan alam yang "sexy" disana.

Minggu, 04 Januari 2015

Miftah pembuat rekor baru solo climbing di Gunung Parang

Mifta (Emip) solo climbing at Mount Parang, Purwakarta

Sebuah prestasi dan rekor baru telah dibuat oleh seorang anak kampung Cihuni, Gunung Parang, Miftah, yang sehari-harinya bekerja sebagai supir truk angkut, melakukan solo climbing di rute “Mbah Jambrong”, Grade 5.10, Tower 3 Gunung Parang.

Rekor baru yang diciptakan tanggal 2 Januari 2014 ini, menunjukkan bahwa dunia panjat tebing Indonesia memasuki tingkat yang lebih ekstrim lagi, sejak panjat tebing dikenalkan pertama kali di Indonesia oleh Harry Suliztiarso dan kawan-kawan dari Skygers.

Solo Climbing adalah panjat tebing tanpa menggunakan alat pengaman dan tali, dan sepenuhnya bergantung pada kemampuan dan pengalaman pemanjat itu sendiri. Resiko dari Solo Climbing tidaklah main-main, karena nyawa adalah taruhannya disini.

Miftah, biasanya dipanggil, Emip, bukannya tidak tahu resiko yang diambil, karena Solo Climbing yang dilakukannya adalah keinginannya sendiri bukan dorongan dari pihak lain. Dan bagaimanapun juga olah raga panjat tebing sendiri sudah mengandung resiko bahaya bagi para pemanjat apapun gaya dan teknik pemanjatan yang dilakukan.

Jalur "Mbah Jambrong" Grade 5.10, Tower 3, Gunung Parang

Prestasi yang bersejarah ini, membuktikan bahwa anak kampung Cihuni, berbakat untuk menjadi pemanjat tangguh yang lahir secara alami, dan pantas untuk disejajarkan pemanjat kelas dunia lainnya.
Rute “Mbah Jambrong” yang digunakan Miftah untuk melakukan solo climbing adalah rute baru yang dibuatnya bersama Heri “Caca” dan anak-anak muda kampung Cihuni lainnya. Rute ini adalah rute pemanjatan “Trad”, yang sepenuhnya mengandalkan pengaman “Friend” dan “Chockstone, dan hanya pada masing-masing Pitch dipasang “Bolt” untuk “Anchor”, dan memiliki tingkat kesulitan 5.10.

Bukannya tanpa kesulitan Miftah melakukan solo climbing di rute ini, pada rute Pitch 2 ke 3 terjadi sedikit ketegangan karena salah satu pijakannya meleset saat melakukan gerakan “Dyno”, namun akhirnya bisa diselesaikan dengan sukses.

Target selanjutnya, Miftah akan melakukan solo climbing di rute legenda “240” Tower 2, Gunung Parang, dan jika ini berhasil, maka target-target internasional segera dilakukannya dengan mencari beberapa sponsor untuk mendukung pemanjatan solo lainnya.


Semoga sukses dan Allah SWT selalu memberkati dan menyertaimu !

Lihat videonya di Youtube !


An achievement and a new record has been created by a hometown boy Cihuni, Mount Parang, Miftah, the day-to-day work as a freight truck driver, perform solo climbing on the route "Mbah Jambrong", Grade 5:10, Tower 3 Mount Parang.

Created a new record date of January 2, 2014, shows that the world of rock climbing Indonesia entered the more extreme level, since the climbing was first introduced in Indonesia by Harry Suliztiarso and friends from Skygers.

Solo Climbing is a climbing skill without the use of safety devices and ropes, and wholly dependent on the ability and experience of climbing itself.  The risk of Solo Climbing is not messing around, because lives are at stake here.

Miftah, usually called, Emip, instead of do not know the risks taken, as Solo Climbing is desire itself does not encouragement from others. And after all sport climbing itself already contains a hazard for any climber climbing styles and techniques are performed.
This historic achievement, proving that the village boy of Kampung Cihuni, gifted to be a strong climber who was born naturally, and deserve to be aligned more world-class climbers.

These "Mbah Jambrong" climbing route that Miftah used to perform solo climbing a new route that is made with Heri "Caca" and young children Cihuni other villages. Climbing routes are "Trad", which fully rely on safety "Friend" and "Chockstone, and only on each Pitch installed" Bolt "to" Anchor ", and has a level of difficulty 5:10.

Not without difficulty Miftah do solo climbing on this route, the route Pitch 2 to 3 occurs a little tension because one slip footing when the motion "Dyno", but eventually can be completed successfully.

The next target, Miftah will perform solo climbing in the legend route is "240" Tower 2, Mount Parang, and if this is successful, then the international targets immediately do with looking for some 
sponsors to support other solo climbing.


Good luck and God always bless and be with you!