Jumat, 24 Oktober 2014

Laboratorium Bebatuan di Gunung Parang

Situs Batu Belang di lokasi Badega Gunung Parang
Alam memang memang memiliki rahasianya sendiri di Gunung Parang.
Jika datang kemari, cobalah tengok bebatuan yang ada di sekitar sini. Dijamin, anda akan dibuat takjub oleh keindahnnya.

Coba lihat situs "Batu Belang" sebuah batu raksasa yang ada disekitar Badega Gunung Parang, coba bayangkan bagaimana batu ini bisa berada di atas sawah dengan beberapa batu-batu besar lainnya. Dan nun jauh disana, Gunung Parang menjulang tinggi seperti menggapai langit.

Proses Pembentukan Tanah Lempung Menjadi Batu 

Beberapa bebatuan yang tampak saja sudah spektakuler, bagaimana bebatuan yang terpendam dalam bumi.
Lihatlah beberapa bebatuan yang ditemukan dari dasar tanah ketika melakukan pengerukan untuk pembuatan kolam di lokasi Badega Gunung Parang, disini ditemukan beberapa bebatuan alami yang unik dan bentuknya aneh-aneh.
Proses pengerasan tanah liat menjadi batu dapat dilihat disini, sebuah laboratorium raksasa jika kita mau belajar dan menelitinya lebih lanjut.

Lapis demi lapis tanah liat yang sudah berubah bentuk menjadi batu, dapat saling membungkus satu sama lain seperti kue lapis dan akhirnya menjadi batu utuh yang keras.
Sebuah proses alam yang hanya dapat terjadi pada ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu.

Situs Batu Belang, ratusan batu besar ada disini


Pantaslah Gunung Parang dijadikan laboratorium bebatuan untuk kedepannya.

Minggu, 12 Oktober 2014

From Singapore to Badega With Love

Cuaca musim kemarau tidak menyurutkan tamu kita, pasangan dari Singapura dan Amerika, yaitu Linda dan Eric yang jauh-jauh datang dari Singapura ke Badega Gunung Parang. Tujuan mereka hanya satu, memanjat dan memanjat 

Linda on T2 Mount Parang

Dari seminggu yang lalu mereka sudah meminta lewat email kepada kita untuk menjemput di salah satu hotel di Jakarta, dan ketika pagi itu kita menjemputnya, tampaknya mereka sudah benar-benar siap untuk "Blangsak" (kata lain dari kita untuk berpetualang habis-habisan) di Gunung Parang.

Hari pertama dilalui oleh mereka dengan melahap jalur pemanjatan di Tower 3, dan sungguh diluar dugaan, ternyata mereka benar-benar menyukai alam Gunung Parang, meski di musim kemarau ini dan tidak banyak menyuguhkan pemandangan yang hijau, tetapi tetap spektakuler.

Linda & Eric, from Singapore to Badega with love

Dan di hari berikutnya, mereka mencoba untuk memanjat di jalur pemanjatan Tower 2, dan kedua sejoli ini tampak asyik menikmati pemanjatan di atas sana.

Ketika ditanya kenapa jauh-jauh mau datang kemari? Mereka menjawab ingin mendapat sensasi lain memanjat sebuah gunung batu yang terbesar di Indonesia ini. Dan selain itu gunung batu seperti ini hanya ada di Amerika ataupun Eropa, tetapi tidak di Asia.
Jadi mereka cukup bangga sudah bisa memanjat Gunung Parang, yang menjadi ikon dunia panjat tebing di Indonesia.

Linda moving on Tower 2 Mount Parang

Tanpa disadari, waktu untuk pulang sudah tiba. Dan saatnya kami harus kembali berpisah dengan tamu kita.
Sampai jumpa lagi di lain waktu Linda dan Eric, semoga kalian puas selama disini dan terus mencintai sampai akhir hayat !

Kamis, 02 Oktober 2014

Belajar Di Alam Liar Gunung Parang

Untuk kesekian kalinya Badega Gunung Parang kedatangan tamu anak-anak muda, kali ini dari SMK AL FALAH Jakarta.
Mereka bukan sekedar berlibur, kali ini mereka datang untuk belajar dan berlatih bersama dalam program Management By Nature yang memang khusus didesain oleh Badega Gunung Parang.

Peserta yang berjumlah 120 orang ini, selama dua hari satu malam, ber "blangsak" ria (istilah kami untuk berpetualang habis-habisan) di kaki Gunung Parang.

Sungguh diluar dugaan, anak-anak muda kota besar Jakarta, yang notabene berada dalam kemapanan dan selalu dekat dengan beragam gadget, kini harus kembali dengan keterbatasan ke dasar bersama alam, dan ternyata mereka menyukainya!

Program Management By Nature yang dilakukan lebih mengasah anak-anak muda ini menggunakan imajinasi dalam setiap mengambil keputusan dan bekerjasama dalam segala keterbatasan kondisi dan lingkungan disini.
Sehingga kreatifitas diperas habis-habisan disini.

Alam Gunung Parang pun turut melatih mereka dengan kerasnya, pasokan air yang terbatas tidak menyurutkan mereka terus beraktifitas.
Semua diambil hikmahnya, karena setiap tindakan ada pembelajaran.

Program ini bukan sekedar program 'outbond' yang biasa diselenggarakan, tapi terselip disana sebuah harapan di masa depan anak-anak muda ini memiliki setitik dasar untuk berani menghadapi hidup dan harus lebih dari sekedarnya dengan menggunakan imajinasi tanpa batas.