Rabu, 20 Agustus 2014

Menunggu kajian ilmiah di Gunung Parang

East Face of Mount Parang
Cerita dan tulisan tentang Gunung Parang sudah banyak beredar di internet ataupun media masa. Mulai dari tentang potensi panjat tebing, wisata alam, ataupun soal mistisnya.

Namun yang menulis tentang sejarah ataupun tentang formasi geologi gunung batu andesit ini, sedikit sekali, bahkan hampir tidak ada sama sekali.

Entah itu tulisan atau kajian ilmiah, atau sekedar analisa sejarah, semua itu tidak ada sama sekali, atau mungkin hanya menumpuk di lemari arsip atau di laporan-laporan yang tidak dipublikasikan. 
Intinya, tidak ada referensi ilmiah berkaitan dengan Gunung Parang yang dapat dijadikan pijakan !

West Face of Mount Parang
Potensi tentang Gunung Parang sendiri sudah cukup terbukti sebagai wahana wisata alam yang sangat dahsyat.
Namun langkah-langkah pengembangannya sangat tertatih-tatih, karena pihak komunitas warga Badega Gunung Parang melakukannya dengan kekuatan sendiri dan belum ada bantuan dari pihak manapun.
Sangat menggemaskan sekali, seperti layaknya seorang putri cantik yang baru bangun tidur dan belum dipoles 'make up'.

Tower 1 & Tower 2, Mount Parang

Di Indonesia sendiri, gunung batu andesit cukup banyak bertebaran dari mulai Jawa, Kalimantan, Sumatera, sampai dengan Papua.
Namun untuk gunung batu andesit yang miliki keunikan dan formasi geologi yang dahsyat serta dekat dengan kota besar, mungkin hanya Gunung Parang.

Belum lagi ditambah beberapa situs-situs megalitikum masih menyisakan tanda tanya sekitar Gunung Parang, makin menambah pekerjaan rumah bagi siapa saja yang berminat terjun di Badega Gunung Parang untuk bergabung.

Tunggu apa lagi, ayo kita bekerja bersama-sama disini menyingkap misteri dan sejarah yang ada di Gunung Parang.


Minggu, 17 Agustus 2014

Berpetualang Keliling Gunung Parang Dengan Sepeda

Berkeliling Gunung Parang Dengan Sepeda (Photo by Adrianus K.W)
Ingin merasakan rute sepeda keliling Gunung Parang, datanglah ke Purwakarta. 

Disana anda dapat merasakan bagaimana rasanya tanjakan demi tanjakan dan tikungan patah saat turun menemani anda disana.

Anda bisa memulainya dari beberapa rute akses ke Badega Gunung Parang, bisa lewat Cilalawi, Simpang atau Ciakar. Untuk lebih detailnya peta rute ke Badega Gunung Parang bisa dilihat disini.

Semua rute akses memiliki karakter tanjakan dan turunan masing-masing, jalanan yang bergelombang ataupun halus akan banyak ditemui disini.


Rute Sepeda lewat Ciakar dan Simpang dengan pos istirahat di Badega Gunung Parang (By Adrianus KW)

Jika anda melewati rute Simpang atau Ciakar, kendaraan atau mobil anda bisa diparkir di Pasar Baru Citeko, disana anda bisa titip ke Satpam / Petugas Parkir untuk menjaga mobil atau kendaraan anda.


Ecekeble and Friends (Photo by Adrianus K.W)

Jika anda lewat Simpang, rute tanjakan yang akan dilalui melewati jalanan tanah yang sering dilalui truk proyek pengangkut batu, dan anda bisa beristirahat di lokasi Badega Gunung Parang.

Selanjutnya lepas dari lokasi Badega Gunung Parang, jalanan akan menurun dan berliku-liku melewati hutan karet dan pedesaan dengan rute jalanan yang cukup halus sampai akhirnya di Ciakar.

Anda bisa memilih start dengan rute tanjakan jalan tanah dan bergelombang, dan berakhir dengan turunan jalanan halus, atau sebaliknya. 

Terserah anda.


Temukan pemandangan spektakuler selama berada di lingkar Gunung Parang

Jika melewati Cilalawi, maka rute tanjakan / turunan akan melalui jalanan halus sampai anda menemui pertigaan turun lewat Ciakar atau turun lewat Simpang.




Melepas lelah dengan Nasi Liwet dan Kelapa Muda

Apapun rute yang anda pilih, jangan lupa untuk mampir menikmati kelapa muda dan nasi liwet di Badega Gunung Parang.

Dan nikmati alam Gunung Parang, seolah waktu akan berakhir hari ini !

Thanks for Visiting Us

Untuk informasi tentang rute, silahkan jangan ragu-ragu menghubungi kami di +62 8787 4708230


Setiap tamu memiliki gaya masing-masing


Every Guest have own style


Rute Sepeda Keliling Gunung Parang

Rute Bersepeda keliling Gunung Parang
Apakah anda penggemar bersepeda? Jika ya, apakah pernah merasakan rute bersepeda keliling Gunung Parang?

Rute yang berjarak tempuh kurang lebih 25 kilometer, dimulai dari Pertigaan Simpang, Plered dan berakhir ditempat yang sama juga.
Beragam tanjakan dan turunan dapat dirasakan saat anda mulai mengayuh sepeda, yakinkan bahwa kaki anda mampu melaluinya.
Rutenya cukup bervariasi, dari mulai kondisi permukaan tanah sampai dengan jalanan beraspal.

Rute sepeda mengelilingi Gunung Parang memang menarik untuk para pemula bahkan profesional untuk melatih otot-otot kakinya dengan sensasi melihat gunung batu andesit tertinggi di Indonesia dan alamnya yang indah.

Bahkan jika ingin lebih ekstrim lagi, sebenarnya tersedia rute untuk 'downhill' di beberapa spot lokasi, namun mengingat kondisi alamnya masih cukup liar dan rutenya jarang dilalui, membuat beberapa pesepeda malas untuk mencobanya.

Bagaimanapun juga rute bersepeda keliling Gunung Parang cukup menjanjikan dan berpotensi untuk dikembangkan lagi dengan dikemas dalam beragam kompetisi dan tour.

Ayo siapa yang berminat?

Sabtu, 16 Agustus 2014

Menjadikan tujuan wisata internasional dengan kesabaran dan keikhlasan

Suka atau tidak suka, Badega Gunung Parang kini mulai masuk incaran turis manca negara untuk menghabiskan waktunya berwisata disini.
Mereka kebanyakan datang ke Badega Gunung Parang karena tempatnya yang masih alami dan liar, dengan latar belakang Gunung Parang.

Fun and Relax with your family

Every family have own style
Di awal selalu ditekankan pada para tamu bahwa disini bukan resort atau wisata bintang lima, tetapi hanya kampung biasa yang pelayanannya kampungan. Jadi jika tidak siap atau mengharapkan lebih seperti di resort-resort yang ada, lupakanlah!
Tetapi jika ingin menikmati alam apa adanya tanpa polesan dengan seluruh keliarannya, datanglah dan berpetuanglah kemari.

Ready to Go for Climbing

Honey Moon on Badega Gunung Parang, Why Not?

Dengan kondisi yang apa adanya, tanpa bantuan dari pihak manapun, komunitas warga yang bergabung dalam Badega Gunung Parang, terus bergerak dan tumbuh tanpa mengenal lelah.
Setahap demi setahap,mereka terus membenahi lokasi wisata ini dengan semampunya.

Fill out the quality time with family
Just spend the time on Badega Gunung Parang
Bukannya tidak meminta bantuan ke pihak pemerintah atau swasta untuk dana bantuan pengembangan, namun sejauh ini masih belum ada tanggapan dan masih berkutat dengan janji angin surga berkaitan dengan pengembangan wisata Badega Gunung Parang.

Belum lagi ditambah beragam hasutan dan fitnah, cacian ataupun makian, dari para pengagum gerakan komunitas warga Badega Gunung Parang, yang jika kurang sabar menghadapinya sudah menjadi bibit kehancuran.

Namun hal tersebut tidaklah menyurutkan semangat dan ketabahan mereka dalam membangun lokasi wisata ini setahap demi setahap, semua dilakukan dengan semangat untuk hidup anak cucu yang lebih baik di kampung.

Tidak bisa dipungkiri, Badega Gunung Parang dirintis dan dibangun dengan sebuah mimpi gila, dan diwujudkan dengan keringat dan darah dan mengorbankan yang dicintai untuk memberikan manfaat dan masa depan yang lebih baik bagi warga sekitar gunung Parang.

Mimura San visits to Badega Gunung Parang
Catching fish 
Disini ego, individualitas, kesabaran, serta keikhlasan ditekan habis-habisan, yang ada adalah idealisme murni untuk kebersamaan. 
Jadi jangan heran, jika dinamisme gerakan komunitas Badega Gunung Parang sangat tinggi, dan bahkan bagi anggota Badega yang tidak kuat akan tersingkir dengan sendirinya karena kekurangan amunisi sifat-sifat di atas.

Dengan kata lain, alam Gunung Parang yang akan menseleksi sendirinya gerakan komunitas Badega Gunung Parang.

Saat ini, mungkin Badega Gunung Parang bukanlah apa-apa, tetapi insyaallah jika seluruh semesta mendukung maka sesuai rencana utama yang telah dibuat maka 3 tahun lagi Badega Gunung Parang sudah menjadi tujuan favorit untuk wisatawan Indonesia dan internasional. 

Welcome to Badega Gunung Parang
Manusia berusaha, namun Allah SWT Sang Penguasa Alam Semesat, yang menentukan.

Amin ya Rabb !







Selasa, 05 Agustus 2014

Catatan Penting Untuk Para Pemanjat Tebing Gunung Parang

Catatan penting untuk para pemanjat tebing yang akan memanjat Gunung Parang dari investigasi kecelakaan panjat tebing yang terjadi hari minggu, 3 Agustus 2014, 19.30 WIB di Tower 2 Gunung Parang kemarin: 


(1) Jika ingin menggunakan helm saat memanjat, gunakan helm yang benar dan khusus bukan helm 'ember plastik'. Karena setidaknya akan menyelamatkan kepala dari benturan atau tertimpa batu / benda keras lainnya.




 (2) Gunakan sepatu panjat / sepatu olah raga (yang penting layak dan aman) jika turun dari tebing, bukan sandal agar tidak terpeleset dan memudahkan kontrol kaki di tebing.




(3) Cek semua sistem dan prosedur turun tebing yang benar sebelum turun dari tebing, jangan terburu-buru / panik, tetap tenang dan fokus.




(4) Gunakan 'headlamp' untuk setiap pemanjat 

tebing, jangan berbagi 'headlamp' jika harus turun dari tebing saat hari sudah gelap / malam hari.

(5) Bawalah bekal / air yang cukup untuk menghindari kelaparan / dehidrasi di atas tebing.


(6) Hormati adat dan kebiasaan di Gunung Parang, Jaga Sikap dan bertindaklah yang sopan dan santun seperti layaknya orang timur. 


(7) Akhirnya berdoalah, semoga keselamatan selalu mendampingi kita semua.


Senin, 04 Agustus 2014

Salah seorang pemanjat tebing kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang

Salah seorang pemanjat tebing dari salah satu universitas di Jakarta, mengalami kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang.

Kecelakaan yang terjadi pada jam 19.30 WIB, Minggu, 3 Agustus 2014, di jalur 240, Tower 2, ini diakibatkan oleh kelalain pemanjat sendiri dalam memasang pengaman pada saat turun tebing dan mengabaikan peraturan yang berlaku selama di Gunung Parang.

Pada saat menerima panggilan evakuasi dari tim Pemanjat, pihak Badega Gunung Parang segera meluncur menuju Tower 2, dan menemukan pihak korban sudah tergeletak di tanah dengan kondisi mengenaskan dan helm pengaman pecah.
Segera setelah korban di evakuasi dari Gunung Parang, pihak Badega Gunung Parang segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan medis.
Bersyukur bahwa korban masih bisa menghirup udara segar, dan sejauh yang diperkirakan mengalami memar tulang belakang. 

Dari hasil investigasi sementara yang dilakukan pihak Badega Gunung Parang, diketahui korban tidak mengaitkan pengaman turun dan terlepas dari tali pengaman sehingga jatuh bebas dari ketinggian kurang lebih 50 meter.

Namun ada satu pelajaran yang patut di ambil bagi para pemanjat tebing yang memanjat Gunung Parang untuk tetap mematuhi peraturan ataupun pantangan yang berlaku serta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak Badega Gunung Parang.
Karena bagaimanapun kondisi alam Gunung Parang masih cukup liar dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Selain itu karena sifat olah raga panjat tebing sendiri adalah olah raga yang ekstrim yang dapat berakibat kematian.



Sabtu, 02 Agustus 2014

Situs Megalitikum Gunung Parang

Gunung Parang bukan hanya sekedar gunung batu andesit dengan pemandangan yang eksotis. 

Disini juga banyak tersebar beberapa situs megalitikum dan lokasi-lokasi yang banyak menyimpan misteri dan sejarah, bahkan berkah bagi para peziarah.
Beberapa sudah dapat diidentifikasi, dan beberapa masih tetap misteri yang belum terpecahkan.

Lebih detail baca disini