Selasa, 29 Juli 2014

Ayo memanjat di Gunung Parang

Gunung Parang sudah tidak lagi mengerikan dan seram seperti dahulu kala. Kini salah satu gunung batu yang tertinggi di Indonesia, sudah lumayan ramah untuk dikunjungi oleh siapa saja.

Topo Climbing Mt. Parang Tower 2
Gunung Parang ke Pentas Dunia

Diakui atau tidak diakui, berkat tangan dingin para warga yang tergabung dalam komunitas Badega Gunung Parang. Kini Gunung Parang di sulap dari gunung batu yang dingin dan seram, menjadi sebuah surga bagi setiap orang yang berkunjung.
Disini sudah disediakan beragam fasilitas bagi para pengunjung mulai dari tempat menginap, warung makanan, kamar mandi, bahkan penyewaan alat panjat tebing.

Memang jauh dari sempurna, namun langkah awal untuk mengenalkan Gunung Parang ke pentas dunia, layak untuk diacungi jempol karena semua inisiatif berasal dari warga kampung, yang mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan pariwisata atau pendidikan formal lainnya.

Meski sudah tertata dengan baik, Badega Gunung Parang kini mulai mendata beberapa jalur-jalur panjat yang sudah dibuat oleh para pemanjat tebing, terutama yang layak untuk dipanjat atau yang harus direstorasi kembali.
Terutama untuk pengaman bor dan hanger yang sudah berkarat, satu demi satu di ganti dengan yang baru oleh Badega Gunung Parang dengan modal dan tenaga sendiri.
Tujuannya untuk keselamatan para pemanjat tebing yang memanjat jalur-jalur tersebut.

Restorasi Jalur Panjat baru Di Tower 3

Proyek Sosial

Proyek sosial pendataan jalur panjat dan penggantian pengaman bor memang masih jauh dari selesai, karena kekurangan tenaga dan dana. Namun dengan semangat untuk mengembangkan wilayah Gunung Parang, seluruh Tenaga dan Dana yang adapun tetap dimaksimalkan, menurut para Badega, sampai keringat dan darah penghabisan demi hidup lebih baik.

Sejauh ini, data rute pemanjatan Gunung Parang bisa di lihat di halaman ini.

Dan beberapa jalur panjat baru juga sudah dibuka di sebelah kiri jalur sejuta umat di Tower 3.
Namun baru selesai sampai di Pitch 4, rencananya akan diteruskan sampai ke puncak Tower 3.

Tertarik untuk bergabung membuka jalur baru ? 

Silahkan hubungi Badega Gunung Parang di +62 8787 4708230

Ikuti Saran Badega

Meski Gunung Parang sudah tidak menyeramkan lagi, namun para pemanjat tebing di sarankan untuk tetap berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan. Karena biasanya kecelakaan di tebing dikarenakan faktor ceroboh dan lalai. 

Belum Ada Jalur Panjat disini, Silahkan dibuka

Ikutilah saran dari para Badega Gunung Parang, karena mereka lebih tahu kondisi dan karakter Gunung Parang sehari-hari.
Jangan pernah menyepelekan kondisi dan lingkungan Gunung Parang, karena sewaktu-waktu bahaya tetap mengancam para pemanjat tebing.

Gunung Parang memang bukan milik Badega Gunung Parang, tetapi milik Sang Khalik Penguasa Alam Semesta, Allah SWT.
Jadi tetaplah dijaga dan dirawat agar Gunung Parang dapat memberikan kontribusi dan kehidupan bagi semua orang.

Nah ... Ayo memanjat di Gunung Parang !

Belum Ada Jalur Disini... Tertarik ?

Gerbang masuk ke dinding tower 3 untuk membuka jalur baru





Senin, 28 Juli 2014

Pilih petualanganmu di Badega Gunung Parang

Gunung Parang memiliki beragam pesona, dari mulai alamnya yang eksotis, seni budayanya yang khas sunda, sampai dengan penduduknya yang ramah.
Membuat siapa saja yang berwisata disini jatuh cinta pada Gunung Parang.

Sudah tidak terhitung wisatawan dari mancanegara ataupun nasional menghabiskan waktunya di Badega Gunung Parang. 
Hanya sekedar memanjat tebing, menikmati alamnya, atau mungkin hanya bermalas-malasan menghabiskan waktunya disini.

Tor & Diana, dua sejoli dari Denmark yang kompak di dapur

Sebut saja dua sejoli dari negara musim dingin dari benua Eropa, Denmark, Tor dan Diana. Yang menghabiskan waktunya hampir dua minggu hanya untuk menikmati keeksotisan alam Gunung Parang dan sekitarnya. 

Diana yang ahli memasak makanan Vegetarian, memasak sendiri makanannya di dapur

Mereka sepertinya larut dalam kehidupan kampung ala Badega Gunung Parang. Bergaul bersama penduduk sekitar, menikmati makanan kampung, bahkan ikut berlebaran di tengah kampung Cihuni.

Dua sejoli yang menghabiskan liburan musim dingin di Badega Gunung Parang

Ditengah arus arus modernisasi yang demikian deras dan pengrusakan alam yang menggerus sebagian wilayah Tegalwaru sekitarnya atas nama ekonomi dan kesejahteraan.
Badega Gunung Parang mencoba memberikan dan menunjukkan kepada semua tamu dan warga kampung bahwa alam tidak perlu dirusak, gunung tidak perlu dihancurkan, kampung harus di rawat, karena itu akan memberikan manfaat bagi semua kehidupan dan memberikan dampak ekonomi juga bagi masyarakat.

Tor dan Diana adalah salah satu dari sekian banyak tamu kami yang memilih petualangannya di Badega Gunung Parang, dan mereka memilihnya dan mereka menikmatinya!


Pilih petualanganmu di Badega Gunung Parang


Sebuah kenikmatan berliburan yang tidak ada basa-basi disini.


Kuliner di kaki Gunung Parang

Sebutlah anda saat ini berada di bawah kaki Gunung Parang, di sebuah surga yang hilang. Dari beragam kegiatan petualangan dan aktifitas yang telah anda lakukan, kini saatnya untuk mengisi perut anda.


Nasi Liwet ala Badega Gunung Parang (Photo Courtesy by Adrianus Kus Widjayanto)
















Yang patut anda coba adalah makan nasi liwet lengkap dengan sambal, teri, tahu, dan tempe, serta lalapan segar. Memang sederhana sekali menunya, tetapi jangan salah, disinilah kenikmatannya dan rasakan sensasinya!

Dan setelah kenyang, anda bisa menikmati camilan Pisang Goreng dengan seduhan Teh Poci hangat, sambil memandangi panoraman Gunung Parang yang memikat.

Sudah Selesai ?



Pisang Goreng & Teh Poci Badega Gunung Parang (Photo Courtesy by Adrianus Kus Widjayanto)

Petulangan kuliner masih belum selesai disini...


Anda bisa bertandang ke rumah-rumah penduduk dan merasakan Tape Ketan 'ala' Kampung Cihuni, yang katanya memiliki rasa unik dan edan se Purwakarta dan kampung-kampung lainnya. 


Konon keunikan rasanya dikarenakan di masak menggunakan mata air Gandasoli Kahuripan yang terletak di kaki Gunung Parang. Dan mata air ini berasal langsung dari dalam bumi dan keluar melalui rekahan-rekahan batu Gunung Parang. 


Dahsyat !



Tape Ketan Cihuni & Kelapa Muda (Photo Courtesy by Ida Lim)

Akhirnya, kita tutup petualangan kuliner dengan meminum air kelapa muda langsung yang diambil dari pohon kelapa yang banyak tumbuh disana.

Hmm... Nikmat sudah hidup ini..


Selamat Hari Raya Idul Fitri (Happy Eid Mubarak 1435 Hijriah)


Seluruh Keluarga
BADEGA GUNUNG PARANG
mengucapkan 
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima disisi Nya dan mengampuni segala dosa, kilaf dan kesalahan kita selama ini.

Sabar dan Ikhlas akan segala ujian adalah kunci untuk merengkuh Rahmat Nya
Amin Ya Rabb

Selasa, 01 Juli 2014

Informasi Untuk Para Pemanjat Tebing di Gunung Parang

Disarankan untuk para pemanjat tebing yang ingin memanjat Gunung Parang baik di Tower 1, 2, dan 3, ataupun ingin mendaki Gunung Parang dari jalur trekking untuk mengikuti beberapa petunjuk dibawah ini untuk kenyamanan dan keselamatan selama beraktifitas di Gunung Parang;


It is recommended for all  climbers who want to climb Mount Parang both in Tower 1, 2, and 3, or want to climb Mount Parang from trekking path to follow some of the instructions below for the comfort and safety during the activity at Mount Parang;


Climbing Route on Tower 2 Mt. Parang


# Daftarkan diri anda atau team anda di Badega Gunung Parang terlebih dahulu, agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pihak Badega Gunung Parang dapat segera berkordinasi dengan pihak terkait baik berupa evakuasi, penyelamatan, maupun pengamanan.

# Register yourself or your team in Badega Gunung Parang beforehand, so if there is something undesirable side, Badega Gunung Parang can immediately coordinate with related parties in the form of evacuation, rescue, and security.

# Hormatilah adat istiadat setempat, jagalah sikap serta patuhi nasehat para orang tua disini selama berada di kawasan Gunung Parang, karena Gunung Parang bukan hanya kita yang mendiami, tetapi semua makhluk hidup.

# Respect local customs, keep your attitude and obey the advice of the parents here while in the area of Mount Parang, because Mount Parang not just us who inhabit, but all living things.

# Berilah waktu pemanjat / team pemanjat yang lebih awal memanjat di jalur panjat yang yang sama yang akan dipanjat oleh anda / team anda, untuk menyelesaikan pemanjatan sampai selesai, dan barulah anda / team anda memanjat rute tersebut. 
Hal ini untuk mencegah terlalu ramainya jalur pemanjatan, serta berlebihnya beban pada masing-masing anchor (tambatan) di masing-masing pitch (teras).

# Give an earlier climber / team climbing on the same track that will be climbed by you / your team, to finish the climb, and then you / your team can climbing the route.

This is to prevent too crowded climbing route, as well as the excessive load on each anchor on each pitch (terrace).

# Jangan mengambil pengaman yang ditinggal di jalur pemanjatan seperti Hanger dan Karabiner yang bukan milik anda, karena bisa jadi hal itu disengaja oleh pemanjat sebelumnya untuk pengaman pemanjat berikutnya.

# Do not take all gears / tools left in the climbing route like Hanger and Carrabinner that does not belong to you, because it could be intentional by previous climbers for next climbers.

# Jangan menambah bor / memasang hanger pada jalur panjat yang sudah ada, kecuali menggantinya karena rusak, atau karena faktor keselamatan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga dinding Gunung Parang dari kerusakan karena bor yang berlebihan, serta faktor keselamatan dikarenakan banyak batang-batang ramset yang tidak tercabut karenanya.

# Do not add drill / installing hangers on existing climbing route, except to replace it because it is damaged, or because of the safety factor.

It aims to keep the walls of Mount Parang from damage due to excessive drill, as well as the safety factor because many rods Ramset are not deprived thereby.

# Bawalah peralatan yang memadai dan memenuhi syarat untuk memanjat, jangan menggunakan peralatan yang sudah rusak, karena akan membahayakan nyawa anda.

# Bring adequate equipment and qualified to climb, do not use equipment that is damaged, because it would endanger your life.

# Bawalah logistik (makanan/minuman/jaket/ kaos/celana) yang cukup jika anda dan team memutuskan menginap di atas (flying camp) dinding Gunung Parang, jangan paksakan diri anda untuk memanjat jika sudah lelah.

# Bring logistics (meal/drink/jacket/shirt/pant)  if you and the team decided to stay at the top (the flying camp) wall Mount Parang, do not force yourself to climb if it is tired.

# Tetap fokus dan selamat sampai kembali ke rumah.

# Stay focused and safely return home.

PERINGATAN: Pemanjatan Tebing dan Pendakian Gunung adalah kegiatan / olahraga yang berbahaya yang bisa menyebabkan kematian, dan setiap pendaki gunung / pemanjat tebing dianggap mengerti dan bertanggun jawab terhadap semua resiko yang mungkin terjadi dalam kegiatan / olaraga ini.
 BADEGA GUNUNG PARANG tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi dalam bentuk apapun terhadap aktifitas yang dilakukan para pendaki / pemanjat tebing di Gunung Parang.